QUA VADIS : POS INDONESIA

Setelah lama tidak terdengar di media dan menjadi perbincangan, maka dalam beberapa hari ini media main stream di Indonesia diramaikan dengan berita mengenai PT Pos Indonesia, namun dari sisi pemberitaan yang kurang membahagiakan yaitu berawal dari cuitan di medsos terkait berita PT Pos Indonesia menuju Kebangkiritan,


Beruntung pemerintah dalam hal ini pihak BUMN cepat memberikan penjelasan agar Perusahaan yang telah ada dan mulai beroperasi  sejak 26 Agustus 1746 M menjamin tetap berjalannya  Perusahaan PT Pos Indonesia dengan segala jasa yang dijalaninya,

Namun apakah ada yang kurang tepat sehingga ada "asap" ini, ada hal menarik dari data yang di berikan dari Top Brand Award nya bapak Handi Irawan:
Posisi PT Pos Indonesia selalu berada di angka maksimal 11% jauh dibawah pendatang baru pada bisnis ini yang langsung diangka hampir 14%,

Padahal secara nasional bisnis Pengiriman barang dalam 5 tahun belakangan ini sedang meningkat seiring dengan peningkatan pola belanja masyarakat yang beralih dengan OnLine Shop.

Kalau dari data diatas kenapa kue tersebut kurang dapat di optimalkan oleh PT Pos Indonesia, dibandingkan dengan 3 Perusahaan serupa yang telah menjadi TOP Brand, sedangkan kalau dari usia pendirian dan jangkauan pelayanan seharusnya posisi PT Pos Indonesia berada jauh di atas TOP Brand tersebut.

Karena ke 3 perusahan kategori TOP Brand tersebut Focus dalam hal bisnis utama dan selalu berada pada posisi bagaimana memuaskan pelanggan dari jasanya,

Sedangkan PT Pos Indonesia sepertinya masih terlena dengan pendapatan dari jasa di luar jasa kirim tersebut seperti pendapatan dari jasa aneka pembayaran dan monopoli penjulalan Materai dari pemerintah dan sebagai partner tunjukan oleh pemerintah untuk pegiriman barang pemerintah,

Apa yang harus PT Pos Indonesia lakukan?

FOCUS dengan bisnis utamanya dengan mengikuti kemauan pasar yang milenial saat ini

FOCUS: siapa penyumbang terbesar dari pengguan jasa pengiriman Kurir saat ini... Apakah PT Pos Indonesia telah mendapatkan bintang 5 oleh pengguna di pasar tersebut atau sebaliknya....


Be a Merchant, lakukan pendekatan dengan pusat perdagangan ,

Perdagangan saat ini share terbesar ada di market place, jadi apa yang harus dilakukan oleh PT Pos Indonesia:


  1. Lakukan Listing di semua Market Place yang ada di Indonesa,
  2. Lakukan Promo yang berlaku untuk semua jaringan PT Pos Indonesia baik yang dikelola oleh PT Pos Indonesia maupun yang dikelola oleh Agen Pos PT Pos Indonesia, Karena jika hanya berpromo tetapi tidak  berlaku di semua POS Indonesia maka dampaknya akan seperti saat ini pelanggan dibuat bingung dengan kondisi promo free ongkir tersebut
  3. Jaminan System yang terintegrasi dengan market place;
    • Ingat pedagang yang menjual barang via market place akan mendapat uang penjualannya setelah barang tersebut diterima dengan baik oleh pemesan, jadi 
    • Perbaiki terus system lacak di maret place yang selalu in line dengan pergerakan barang 
  4. Jaminan tarif harga yang ajeg, ingat harga selalu dibawah pesaing tidak selamanya menjadi jaminan PT Pos akan dijadikan jasa kurir terekomendasi, karena keluhan dari pedagang di market place adalah perubahan harga yang tiba tiba tanpa pemberitahuan yang jelas serta tidak ada periode Last Bite, ini tentunya menjadi masalah kenapa Pos Indonesia kurang diminati dan 
  5. Jaminan barang tiba sesuai dengan Time Line ( estimasi waktu kirim) yang ada, pelanggan / penggirim yang memakai suatu jasa dengan telah membayar ongkos kirim tidak akan mau mengerti kendala kendala internal yang ada dalam proses pengantaran tersebut, apalagi kendala tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya, karena INGAT, jasa yang PT Pos Indonesia jual adalah Bisnis kepercayaan, jadi saat rasa percaya itu hilang maka pelanggan akan me non active kan PT Pos Indonesia dari jasa kurir yang dapat dipilih,
Jadi apakah PT Pos Indonesia sudah senang dengan kondisi penikmat TULANG bisnis jasa Kurir sementara 3 rekan perusahaan jasa kurir lainnya sedang asik menikmati lezatnya daging dari peningkatan bisnis online shop saat ini...............

Karena seperti Prof Rhenald Kasali "Manusia ingin berubah,namun tidak mau diubah"

Comments

Popular posts from this blog

PERAN DISTRIBUTOR INDONESIA DALAM PASAR BEBAS ASEAN 2015 - Bagaimana Jika Kontribusi Sales Distributor besar dari Modern Trade?

Distributor Issue: Service Level Order Customer ke

Service Level ke Setiap Pelanggan mengapa sangat Penting?