POS Indonesia: Menjadi Pemain Utama atau Penonton di Luar arena Lomba Jasa Pengiriman Barang?
.. Dinosourus punah itu bukan karena bencana.... namun karena Keengganan dan EGO nya yang tidak mau berubah seiring perubahan zaman ...
Bagaimana PT POS Indonesia mempersiapkan diri atas kondisi yang saat ini sudah mulai terjadi di seluruh Dunia bahkan di Indonesia,
PT Pos Indonesia sebagai unit usaha dengan produk andalannya adalah pengantaran Surat, dan pengiriman surat ini masih tetap menjadi primadona dari pendapatan PT Pos Indonesia,
Dan kalau di lihat kontribusi pengirim surat via PT Pos Indonesia masih di pegang oleh Lembaga Negara/Pemerintah serta BUMN, baru kemudian oleh Sektor Swasta,
Apa yang banyak dikirimkan via PT Pos Indonesia:
- Surat berisi Penawaran
- Tagihan
- Laporan Keuangan
- Undangan Rapat
- Risalah Rapat,
- dll urusan kedinasan
Namun dengan semangat dari Pemerintah saat ni dan semangat MDGs dimana memperlakukan bumi dengan lebih baik serta mengurangi penggunaan benda yang sekali pakai yang bersumber dari alam, dengan semangat paperless dan mengoptimalkan media online,
Tentunya hal ini akan berpengaruh pada berjalannya bisnis PT POS Indonesia ke depan,
Siapkah PT Pos Indonesia berkompetisi secara nyata di pasar bebas pengiriman paket yang berlaku tanpa unsur proteksi? karena kalau melihat kondisi PT POS Indonesia di tahun 2018 masih berada di posisi ke 4 dalam pemikiran warga di Indonesia jika harus mengirim barang :
PT Pos Indonesia harus berbenah, lupakan masa mudah mendapatkan kiriman dengan dukungan dari jaringan BUMN dan Lembaga Pemerintah sebagai customer besar kita, namun perjuangan yang utama adalah bagaimana PT Pos Indonesia dapat berjuang bersama dalam meyakinkan para pengguna jasa kiriman barang terhadap ke handalan PT Pos Indonesia sebagai pemain terlama dalam bisnis ini,
Saat ini siapa kontribusi pengguna jasa pengiriman paket di Indonesia bahkan Dunia?
Bisnis On Line Shop (OLS) yang keberadannya telah banyak memberi efek negatif bagi keberadaan Mall dan pusat perbelanjaan di seluruh dunia, namun disisi lain membuat bisnis pengiriman seperti mendapatkan suplemen tambahan dengan adanya bisnis ini,
Mengapa bisnis pengantaran di 3 di tabeil di atas lebih cepat berkembang di banding PT POS Indonesia? hal ini dikarnakan mereka lebih fokus menggarap kiriman di luar SURAT karena swasta sempat tidak diperbolehkan bermain di pengiriman SURAT, jadi ada unsur monopoli oleh PT Pos Indonesia.
Jadi saat PT Pos Indonesia harus berhadapan dengan Swasta yang telah terlatih dan cepat berubah mengikuti permintaan pasar, PT Pos Indonesia menjadi tergagap dan terkesan sebagai perusahaan baru di bisnis lama PT Pos Indonesia...
Banyak perubahan dilakukan saat kepemimpinan BUMN di bawah ibu mentri Rini Suwandi, dengan memberikan kepercayaan kepada orang luar PT Pos Indonesia sebagai pimpinan tertinggi dengan harapan kesuksesan di swasta dapat tertular di PT Pos Indonesia ini,
Tapi ternyata kisah sukses Bpk Jonan di KAI, belum berjalan mulus di PT Pos Indonesia, banyak perubahan ala Bpk Rhenald Kasali kurang berlangsung mulus di lapangan, adanya putus semangat perubahan yang menggelora di level top management berubah menjadi "seperti" tambahan pekerjaan di ujung paling akhir,
Bagaimana agar PT Pos Indonesia dapat kembali menjadi RAJA dalam jasa pengiriman kembali?
- Ubah cara pandang mulai sekaran, saatnya posisikan PT Pos Indonesia di posisi pelanggan / pengguna jasa antaran
- Siapa Pengguna Utama pengiriman barang saat ini ?
- Mereka adalah pedagang OLS yang di naungi oleh Marketplace yang menjadi tempat berdagang mereka
- Jadi PT Pos Indonesia hanya berhubungan dengan pengelola MarketPlace agar kita selalu listed di system mereka
Apa yang diinginkan Market Place dan pelanggan saat melakukan pengiriman paket pesanan pelanggan :
- Kepastian harga, harga Murah tidak selamanya menarik dan harga Mahal tidak selamanya di jauhi pelanggan, karena yang mereka butuhkan adalah kepastian harga dari jasa yang kita berikan, Pastikan apakah telah di masukkan point asuransi dalam harga yang du uploaad ke system Market Place, karena ha ini dapat menyebabkan perbedaan harga antara biaya kirim di system MarketPlace dengan harga yang harus di bayar oleh Pelapak OLS saat mengirimkan barangnya via Pos Indonesia.
- System yang selalu update terhadap status pengiriman barang, karena pembayaran mitra OLS dari Market Place 100% dari status pengiriman barang dari Penjual sampai ke pemesan barang tersebut, JADI kalau system tidak terhubung .... maka asumsi dari Market Place adalah barang belum terkirim oleh OLS sehingga uang pemesan tidak diteruskan ke rekening Penjual. Jadi Staus pengiriman ini adalah HAL utama dalam melakukan kerjamasa dengan Market Place, dan PT Pos Indonesia dengan segenap usaha harus "Garansi 100%" selalu terhubung dengan system Market Place.
- Jangka waktu pengiriman, hal ini juga menjadi acuan pelanggan,
- Keterbukaan Informasi; harus ada suatu penjelasan atas situasi dan kondisi di luar yang dapat membuat terhambatnya pengiriman barang pelanggan, dan jika ada pengiriman yang lebih lama dari batas kewajaran pengiriman, maka CS harus dapat memberikan penjelasan kepada setiap pelanggannya.
Dengan perbaikan dan selalu menjaga kehandalan minimal 3 point di atas, maka PT Pos Indonesia akan dapat turut merasakan masa keemasan OLS yang saat ini ada di seluruh dunia.
Sesuai pesan Prof Rhenald Kasali dalam buku pertamanya:
Sejauh apa perjalan kita, jika ada kesalah.... segera berubah ke arah yang seharusnya sehingga menjadi lebih baik
Semoga!


Comments