Penggunaan Barang Dagang di Lokasi Bencana Palu, bagaimana menyelesaikannya...

Saat ini kebersamaan sebagai anak bangsa kembali mendapatkan ladang untuk aktualisasi melalui Takdir Allah SWT melalui kejadian Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah di Malam Sabtu 28 September 2018.

Kejadian ini menimbulkan efek Listrik yang selama ini kita bertumpu mati total di keseluruhan area bencana, sehingga ini menimbulkan ketidaknyaman dalam hal berkomunikasi yang juga ikut tidak berfungsi karena kerusakaan menara BTS dan supply listrik yang padam dan kejadian di awal periode Week End di penghujung bulan tentu menimbulkan suatu masalah dalam hal koordinasi antara orang yang berada di area bencana dengan Kantor Pusat di Cabang Utama di Makassar bahkan dengan Jakarta,

Tentunya kondisi banyak masyarakat di area tersebut untuk yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri dan kebanyakan pegawai Swasta yang menerima gaji di antara tanggal 28 September sd 3 Oktober 2018 tentunya dalam kondisi yang tidak siap uang tunai ditanggan dan tanpa adanya persiapan makanan mentah di setiap rumah karena situasi masa menunggu tibanya gajian tersebut & kejadian Gempa dan Tsunami terjadi.

Sempat terjadi kondisi masyarakat mengambil barang makanan untuk mereka dapat bertahan hidup yang kemudian menjadi polemik di Kantor Pusat asosiasi dari Pedagang Pasar Modern seperti yang diungkap oleh Ketuanya di Jakarta dan dimuat di detik.com pada Senin 1 Oktober 2019 pagi.

Kita tidak dapat saling menyalahkan atas kondisi penggunaan barang dagang oleh warga  untuk upaya bertahan hidup dikarnakan juga karena arus informasi yang kurang baik tertata di area bencana, namun bagaimana Kita mensingkapinya dengan baik,

Ada sedikit usulan dari kami atas kondisi tersebut, dimana kami sudah tidak menyalahkan apayang disampaikan oleh Ketua Apindo, tetapi bagaimana kedepannya, karena disetiap kejadian pasti ada sisi baik yang disiapkan oleh Allah SWT untuk kita, tergantung mau atau tidak kita melakukan hal tersebut.

Kelebihan ritel modern anggota dari Apindo tersebut apalai dengan kategori NKA adalah semua data yang terkait dengan transaksi pasti tercatat dalam system IT di kantor Cabang mereka di Makassar atau di Kantor Pusat mereka di Jakarta/ Tangerang.  Hal ini akan semakin mudah karena stock yang ada di setiap toko di area tersebut dikatakan sudah habis semua, jadi:

  1. Pastikan ID toko mana saja yang stocknya terpakai oleh warga pasca bencana 
  2. Anggap semua data stock di System IT pada pkl 17:30 WITA dianggap sebagai Stock Akhir toko di hari kejadian,  
  3. Pilah berdasarkan kode supplier dari masing masing ID Toko tersebut,
Setelah dapat angka di point ke 3 maka akan mudah dalam kita melakukan tindakan penyelesaian mengacu pada satu kesempatan baik dari Allah SWT untuk berbagi,
  1. Buat Rekap per masing masing Channel NKA by Principal
  2. Ajukan kerjasama dengan Principal yang barangnya sempat di gunakan warga:
    • Ajak dengan kondisi CSR dari Principal full
    • Joint CSR antara Pricipal dan NKA 
    • Ajukan ke Pemerintah agar mendapatkan restitusi pajak atas semua transaksi yang terjadi tersebut,
    • Nilai barang yang tidak disuport oleh principal dan atau NKA yang bersangkutan baru di tagihkan ke Pemerintah dengan harga COGS.
    • Pemerintah membuat free IKLAN / adventorial atas kegiatan berbagi tersebut,
  3. Maka dengan semangat berbagi tentunya hal ini akan ringan jika dipikul bersama
  4. Namun ini kejadian adalah satu hal yang pertama dan terakhir dilakukan dan untuk itu
  5. Aprindo sebaiknya merumuskan suatu aturan yang baku untuk kejadian Force Mayor karena suka dan tidak suka wilayah dimana anggota aprindo ber usaha di Indonesia adalah wilayah dengan rawan bencana alam yang tinggi karena kita ada di wilayah Ring of Fire....
Smoga ini menjadi dasar pertimbangan untuk jalan keluarnya, karena saya teringat pesan dari orang Tua....
" .... Jika ada ular masuk di dalam rumah..... apakah KITA sebuk menyalahkan dan membahas kenapa ULAR bisa masuk ke rumah Kita, ataukah kita fokus bersama dalam upaya mengusir agar ular itu keluar rumah agar tidak menimbulkan bencana di ruman..."
Dan saya yakin teman teman Aprindo pastinya bukan dari kategori yang pertama!

Amien.... bersatu untuk INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

PERAN DISTRIBUTOR INDONESIA DALAM PASAR BEBAS ASEAN 2015 - Bagaimana Jika Kontribusi Sales Distributor besar dari Modern Trade?

Distributor Issue: Service Level Order Customer ke

Service Level ke Setiap Pelanggan mengapa sangat Penting?