Pasar Tradisional: Apakah cukup dengan Renovasi atau Revitaliasi ?
Kedua kata "Renovasi dan Revitaliasi" adalah kata yang amat sering terucap dan menjadi kata wajib setiap ada kajian atau bahasan mengenai Pasar Tradisonal di Indonesia baik di Kota utama sampai di wilayah Kecamatan bahkan desa di Indonesia.
Dan kadang ke dua kata ini dipergunakan untuk mengacu pada satu tujuan arti yang sama, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI):
sedangkan:
Karna jika hanya melakukan kegiatan RENOVASI Pasar Tradisional saja tanpa diikuti dengan kajian dan dari kegiatan Revitaliasi adalah yang banyak terjadi pada pengeloaan Pasar Tradisional yang banyak terjadi, setelah pasar secara fisik di renovasi tetapi dalam kesehariannya pelanggan tetap enggan untuk datang berbelanja ke Pasar Tradisional tersebut,
Bahkan ada masukan dari pelanggan yang tetap merindukan suasana pasar tradional lama yang saat ini telah hilang karena renovasi fisik tersebut.
Bagaimana apakah KITA masih mencampur adukkan dua kata magic tersebut dalam upaya KITA menjaga kelangsungan Pasar Tradisional yang sempat jaya di sekitar tempat tinggal kita ....
Semoga........
Dan kadang ke dua kata ini dipergunakan untuk mengacu pada satu tujuan arti yang sama, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI):
Pranala (link):http://kbbi.web.id/renovasirenovasi/re·no·va·si/ /rénovasi/ n pembaharuan; peremajaan; penyempurnaan (tentang gedung bangunan dan sebagainya);
merenovasi/me·re·no·va·si/ v membaharui (memperbaharui): ibu sangat puas atas hasil karyanya dalam ~ dan menata rumah tinggalnya yang besar ini
sedangkan:
Jadi jika kita mengikuti arti tersebut penggunnya pada konteks Pasar Tradional adalah mendahulukan Revitaliasi dengan dapat diikuti dengan kegiatan Renovasi dari Pasar Tradional itu sendiri.Pranala (link):http://kbbi.web.id/revitalisasirevitalisasi/re·vi·ta·li·sa·si/ n proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali: berbagai kegiatan kesenian tradisional diadakan dalam rangka -- kebudayaan lama
Karna jika hanya melakukan kegiatan RENOVASI Pasar Tradisional saja tanpa diikuti dengan kajian dan dari kegiatan Revitaliasi adalah yang banyak terjadi pada pengeloaan Pasar Tradisional yang banyak terjadi, setelah pasar secara fisik di renovasi tetapi dalam kesehariannya pelanggan tetap enggan untuk datang berbelanja ke Pasar Tradisional tersebut,
Bahkan ada masukan dari pelanggan yang tetap merindukan suasana pasar tradional lama yang saat ini telah hilang karena renovasi fisik tersebut.
Bagaimana apakah KITA masih mencampur adukkan dua kata magic tersebut dalam upaya KITA menjaga kelangsungan Pasar Tradisional yang sempat jaya di sekitar tempat tinggal kita ....
Semoga........

Comments