Pengelolaan Pasar Tradisional, KEMUDAHAN PEMBAYARAN PELANGGAN....

Salah satu kunci sukses dari Bapak Mustofa dari artikel di Tempo.com adalah... Penggunaan EDC dari salah satu bank swasta sehingga memudahkan pelanggan bertransaksi di tokonya..."
Hal ini menjadi menarik karena di satu sisi Pemerintah selaku pemangku kebijakan di satu sisi, serta kelompok pedagang pasar disisi lain amat jarang mengemukakan Point yang telah pak Mustofa lakukan dengan sukses di Tanah Abang tersebut....


Kita terlalu sering berkutat pada masalah Infrastruktur yang buruk sehingga pelanggan enggan datang ke Pasar Tradisional bahkan yang telah di renovasi menjadi lebih bersih, namun meyambung pada tulisan kami terdahulu mengenai point kepastian pembayaran ke suplier dari pedagang pasar tradisonal, maka apa yang penulis angkat kali ini tentunya masih terkait dengan hal tersebut,


KEMUDAHAN PEMBAYARAN
EDC kartu di Meja kasir toko modern

Trend cara bayar yang saat ini ada di tengah masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan adalah mulai meninggalkan cara bayar dengan menggunakan uang Cash Keras, melainkan dengan menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), dimana didalamnya meliputi ATM, Kartu Debet, Kartu Kredit dan e-money atau kartu prabayar.

Oleh karena itu jika kita melihat area Kasir mulai dari Minimarket terutama kelas Nasional, Supermarket local maupun Nasional Chain sampai Type Hypermart maka area kasir tersebut selalu dilengkapi dengan terminal Electronic Data Capture (EDC) bahkan dari beberapa Bank Nasional .
Bagaimana dengan Pasar Tradisioal, apakah pasar tradisional melewatkan trend yang ada ini sehingga membuat pelanggan enggan untuk berbelanja di Pasar Tradional?

Penggunaan Edc di Pasar Tradisional adalah hal yang bisa dilakukan dan tentunya tidak semua los / toko di pasar Tradisional tersebut dilengkapi dengan alat ini, karena jumlah pembelian dari tiap Los tidak selamanya besar per pelanggannya.

Kondisi ini dapat di jempati dengan cara Mudah…… Ingat Jika kita berbelanja di toko Matahari atau Ramayana bahkan Debenhams sekalipun…… cara yang dilakukan di pasar tradisoal kurang lebih sama dengan cara bertransaki di toko pakaaian tersebut,

Yakni,
  1.   Pengelola pasar dapat mengoptimalisasi Koperasi Pasar misalnya sebagai Point of Sales (POS) dimana mesin edc ditempatkan di loket Koperasi pasar tersebut…
  2. Saat ada transaksi di outlet, jika pembayaran secara non cash maka pembeli diberikan bon 3 lembar, dimana :

a.       Lembar pertama setelah pembayaran akan disimpan+lembar kertas EDC di tempat pembayaran, untuk counter pembayaran dengan toko
b.      Lembar ke Dua dan ke tiga di bawa oleh pelanggan untuk pengambilan barangnya di toko,
c.       Lembar ke dua untuk pelanggan dan
d.      lembar ke Tiga untuk Toko, dimana untuk counter / cek dengan lembar satu untuk pemastian transfer pembaryaran dari Bank Ke Outlet

Bagaimana, berani mencoba?

Karena rekan di Matahari, Ramayana, Debenhams telah lama melakukan hal tersebut dan seluruh supplier tidak mengalami masalah dalam penerimaan pembayaran dari setiap transaksi di outlet tersebut yang sampai saat ini semakin berkembang ke seluruh  Indonesia…..

Ayo berubah ..... 




Comments

Popular posts from this blog

PERAN DISTRIBUTOR INDONESIA DALAM PASAR BEBAS ASEAN 2015 - Bagaimana Jika Kontribusi Sales Distributor besar dari Modern Trade?

Distributor Issue: Service Level Order Customer ke

Service Level ke Setiap Pelanggan mengapa sangat Penting?