Perusahaan Distribusi di Indonesia Dalam Menyambut AFTA 2015
AEC 2015 merupakan kerjasama negara-negara di asia tenggara dalam tujuan meningkatkan ekonomi masing-masing negara dengan konsep utama menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi dimana terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi diantara negara-negara anggotanya melalui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan (http://ditjenkpi.kemendag.go.id).
Geliat perdagangan Bebas barang dan Jasa Asean akan dimulai kurang dari 6 bulan ke depan....
Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN tentunya menjadi pasar potensial dari setiap produk yang ada di masing-masing negara anggota ASEAN pada era pasar bebas ini, selain jumlah penduduk pola konsumsi pada hampir sebagian besar penduduk Indonesia di segala lapisan yang lebih suka mengkonsumsi produk luar negeri atau lebih suka dengan produk dengan BRAND yang telah mendunia untuk produk yang dikonsumsinya merupakan kesempatan yang amat terbuka luas bagi pebisnis dari negara ASEAN,
Hal ini merupakan berkah sekaligus tantangan untuk Insan dengan bisnis Distribusi produk, seperti saat ini pastinya dapat terasa pada seringnya kunjungan mitra dari ASEAN untuk penjajagan kerjasama distribusi produk mereka pada perusahaan distributor lokal atau nasional karena mereka ingin segera produk mereka untuk dapat hadir di pasar Indonesia yang besar ini,
Namun, ini kembali berpulang pada karakeristik dalam KITA melakukan bisnis distribusi selama ini, karena inti dari perusahaan distribusi adalah :
"Memastikan produk yang dipercayakan oleh principal untuk dapat terpajang di gerai / toko pelanggan yang sesuai dengan target market yang telah ditentukan oleh Principal, baik itu di General Trade (GT) maupun Modern Trade (MT), dalam wilayah distribusi yang telah disepakati"Mari kita mulai melihat 3 grafik yang menggambarkan perjalanan bisnis distribusi kita;
Point (1) Register Outlet (RO)
Untuk itu Register Outlet dengan sebaran yang baik sebagai senjata utama distribusi adalah aset yang paling berharga :
Jumlah RO dengan GT lebih besar adalah baik jika hal tersebut juga sejalan pada sales kontribusi nya, karena kadang kala hal kita selaku pelaku bisnis distribusi terlena pada besarnya RO tersebut tanpa pernah kita melakukan analisa mendalam dari setiap Outlet yang telah teregister tersebut, karena hal tersebut dapat menjadi masalah jika hal tersebut berbanding terbalik pada kontribusi salesnya seperti bagan berikut,
Point (2) Kontribusi Sales;
Penjualan kita selama ini banyak dikontribusi oleh GT selaku pemebang jumlah RO terbesar atau disumbang oleh type MT dimana jumlah Outletnya pastinya lebih kecil dari GT
Point (3) Kontribusi MT
Pada chanel MT ada 3 type outlet yang berkontribusi, dan jika hasil kontribusi di MT adalah seperti ini:
Jika kontribusi sales pada perusahaan distributor adalah seperti di atas ini, dimana penjualan dari NKA berkontribusi lebih dari 50% total sales secara keseluruhan,
Kenapa kondisi ini menjadi kurang baik untuk bisnis distribusi ini;
Hal ini dapat didasari pada:
Principal ataupun pihak pemasar dari negara di luar Indonesia amat kesulitan dengan type distribusi yang ada pada negara kepualauan dan dengan sarana transportasi yang tidak standarart pada setiap Propinsi, Kabupaten, dan Kota, apalagi jika mereka harus menjual ke type General Trade (GT) ataupun type MT tapi di Independent , karena mereka tidak akan sanggup untuk melakukan penetrasi dengan biaya yang besar untuk kegiatan tersebut, namun jika perusahaan distribusi terlalu terlena dengan penjualan ke type NKAatas principal dengan brand yang telah mendunia, maka hal ini amat membahayakan kelangsungan perusahaan distributor dimasa setelah implementasi AFTA ini, karena pihak principal dapat melakukan penjualan dan pengiriman secara langsung ke Distribution Center (DC) dari NKA tersebut tanpa memerlukan jasa perusahaan distributor Indonesia,
Jadi, apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan distributor di Indonesia;
- Perkuat General Trade (GT), karena disinilah pasar asli Indonesia yang perlu waktu lama untuk perusahaan diluar Indonesia untuk dapat masuk dan kuat di type GT ini,
- Indonesia dengan karekter negara kepulauan dan jalur logistik yang belum tertata baik, tentunya menjadi Hambatan terbesar untuk Pabrikan dan Pemasar Luar Indonesia untuk melakukan penjualan langsung ke pasar GT Indonesia,
- Masih banyak sekali potensi untuk pelaku usaha distribusi di Indonesia, asal kita sebagai warga Indonesia seharusnya lebih paham dengan kondisi lokal yang ada di Indonesia,
- KITA harus benar-benar ahli dan paham pada INDONESIA ini, untuk itu perkuat basic dari apa yang seharusnya perusahaan distribusi punya dan lakukan,
Keempat point di atas akan kehilangan nilai tawarnya JIKA kita selaku perusahaan distributor baik lokal bahkan nasional berpola penjualan sesuai dua bagan kontribusi sales di atas, masih ada waktu tersisa untuk sama - sama melakukan penguatan di setiap Lini yang ada, karena jangan sampai benteng ini juga terebut oleh rekan ASEAN yang lain, Semoga!


